ISAT.JK PISFF.PK " />
profile search
NEWS
03 Apr | Thursday
Fitch Mengafirmasi Peringkat Indosat di 'BBB'/'AAA(idn)' ISAT.JK PISFF.PK

 (The following statement was released by the rating agency)  SINGAPORE/JAKARTA/SYDNEY, April 03 (Fitch) Fitch Ratings telah mengafirmasi  Peringkat Jangka Panjang Mata Uang Asing dan Peringkat Jangka Panjang Mata Uang  Lokal Issuer Default Rating (IDR) PT Indosat Tbk (Indosat) di 'BBB'. Fitch juga  telah mengafirmasi Peringkat Nasional Jangka Panjang perusahaandi 'AAA(idn)'.  Outlook adalah stabil untuk IDR dan Peringkat Nasional Jangka Panjang. Fitch  juga telah mengafirmasi Peringkat Senior Tanpa Jaminan di 'BBB'.  Peringkat nasional di kategori 'AAA' menunjukkan peringkat tertinggi yang  diberikan Fitch pada skala peringkat nasional untuk Indonesia. Peringkat ini  diberikan kepada emiten atau surat utang dengan ekspektasi resiko gagal bayar   yang terendah relatif terhadap emiten atau surat utang lainnya di Indonesia.   Faktor-Faktor Penggerak Peringkat  Rating Headroom Lebih Rendah: Profil kredit stand-alone dari Indosat di 'BB'  sekarang memiliki rating headroom yang lebih rendah. Funds flow from operation  (FFO)-adjusted net leverage dari Indosat akan tetap berada di sekitar 2.4x-2.5x  (2013: 2.5x) - mendekati batas 3.0x di mana Fitch akan mempetimbangkan tindakan  pemeringkatan negatif. Kompetisi yang ketat di segmen data dan tingginya  kebutuhan belanja modal akan mencegah penurunan tingkat hutang yang signifikan  dan melampaui dampak positif dari penjualan 5% kepemilikan di PT Tower Bersama  Infrastructure Tbk (BB/Stable) sebesar IDR1.4 trilyun (USD120 juta) di 2014.  Profitabilitas Lebih Rendah: Marjin operating EBITDAR dari Indosat di tahun 2014  kemungkinan akan turun ke 40%-42% (2013: 43%) ditengah-tengah kompetisi yang  kuat di segmen data dan biaya akuisisi pelanggan yang lebih tinggi karena segmen  voice yang cenderung stagnan. Fitch memperkirakan bahwa keuntungan dari servis  data yang merupakan penyokong utama pertumbuhan pendapatan akan tetap jauh lebih  rendah dari segmen voice yang lebih tradisional dan servis teks dikarenakan  kurangnya skala dan kompetisi yang berbasis harga dari operator yang lebih  kecil.  Depresiasi Rupiah: Diantara operator telekomunikasi Indonesia, Indosat adalah  yang paling terekspos terhadap depresiasi mata uang karena 47% dari hutangnya  merupakan hutang dalam US dollar, di mana hanya 25% dihedging. Perusahaan juga  membayar sekitar USD40-45 juta biaya sewa menara dalam US dollar yang  menyebabkan EBITDA terekspos lebih jauh terhadap resiko mata uang. Di tahun  2013, Indosat menambahkan IDR2.8 trilyun hutang atau sekitar 0.3x dari leverage  dikarenakan pelemahan rupiah. Fitch memperkirakan bahwa Indosat akan mengganti  sebagian dari hutangnya dalam US dollar dengan hutang dalam rupiah di 2014.  FCF Negatif di 2014: FCF dari Indosat di tahun 2014 diperkirakan akan menjadi  negatif (2013 marjin FCF: -5%) karena FFO yang stagnan akan tidak cukup untuk  membiayai belanja modal yang dibutuhkan untuk mendukung servis data yang  bertumbuh dengan cepat. Belanja modal/pendapatan akan menjadi tinggi sekitar  33%-35% (2013: 40.5%) karena perusahaan akan mengejar pesaing dalam pengembangan  servis 3G. Di akhir Desember 2013, Indosat memiliki 5.400 3G base stations, jauh  lebih rendah dari kepemilikan PT XL Axiata Tbk (XL, BBB/Stabil) di 15.000 dan PT  Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom, BBB-/Stabil) di 27.000.  Tetapi, Fitch berpendapat bahwa strategi dari Indosat untuk menyebarkan  teknologi 3G menggunakan 2 bandwith spectrum di 900MHz dan 2100MHz akan  menghasilkan penghematan pada belanja modal jika dibandingkan dengan pesaing  lainnya yang kebanyakan menggunakan 2100MHz. FCF dari Indosat diperkirakan akan  menjadi positif di 2015 karena biaya belanja modal yang mencapai puncaknya di  2013.  Konsolidasi Industri: Fitch memperkirakan bahwa industri akan berkonsolidasi  atau operator telekomunikasi yang lebih kecil akan menaikkan tariff karena  bisnis model mereka yang tidak sustainable. Operator Code Division Multiple  Access (CDMA) termasuk PT Bakrie Telecom (C) dan PT Smartfren Telecom Tbk  (CC(idn)) terus kesulitan untuk meningkatkan pangsa pasar dan menghadapi masalah  likuiditas. Indosat dan Telkom sebagai pemimpin pasar kemungkinan akan  menghentikan segmen CDMA mereka dan merealokasikan spectrum tersebut untuk  penggunaan GSM.  Dukungan Dari Induk Perusahaan:  Peringkat final Indosat di 'BBB'  memperhitungkan kenaikan 3 notch dari profil kredit stand-alone-nya di 'BB'  dikarenakan kepentingan strategis perusahaan terhadap induknya - Ooredoo Q.S.C  (OOredoo, A+/Stabil) yang memiliki 65% dari saham. Dokumen surat hutang dan  obligasi Ooredoo memiliki klausul cross-default yang mengikutsertakan anak  perusahaan yang signifikan termasuk Indosat. Indosat adalah salah satu anak  perusahaan dari Ooreedoo yang berkembang dengan cepat dan berkontribusi 25% dan  26% terhadap pendapatan  dan EBITDA terkonsolidasi di tahun 2013.  SENSITIVITAS PERINGKAT  Fitch tidak memperkirakan bahwa tindakan pemeringkatan positif akan terjadi  karena leverage dari perusahaan akan tetap tinggi dalam jangka waktu menengah.  Negatif: Perkembangan di masa depan yang mungkin, secara individu maupun  kolektif menurunkan peringkat antara lain:  - melemahnya hubungan antara Indosat dan Ooredoo  - FFO-adjusted net leverage naik di atas 3.0x secara berkelanjutan  Peringkat dari instrumen berikut juga telah diafirmasi:  Indosat Palapa Co BV 7.375% USD650 juta obligasi jatuh tempo di 2020, dijamin  oleh Indosat, at 'BBB'.  Indosat's 8.625% IDR1.2 trilyun obligasi jatuh tempo di 2019 di 'AAA(idn)'   Indosat's 8.875% IDR1.5 trilyun obligasi jatuh tempo di 2022 di 'AAA(idn)'  Indosat's 8.625% IDR300 milyar Sukuk Ijarah jatuh tempo di 2019 di 'AAA(idn)'  Kontak:   Analis Pertama  Nitin Soni (Peringkat Internasional)  Director  +65 67967235  Fitch Ratings Singapore Pte Ltd  6 Temasek Boulevard  #35-05 Suntec City Tower 4  Singapore 038986  Olly Prayudi (Peringkat Nasional)  Associate Director  +62 21 2988 6812  Fitch Ratings Indonesia  DBS Bank Tower  24th Floor, Suite 2403  Jl. Prof. Dr. Satrio Kav 3-5  Jakarta 12940  Analis Kedua  Olly Prayudi (Peringkat Internasional)  Associate Director  +62 21 2902 6412  Committee Chairperson  Steve Durose  Senior Director  +61 2 8256 0307  Media Relations: Iselle Gonzalez, Sydney, Tel: +61 2 8256 0326, Email:  iselle.gonzalez@fitchratings.com; Leslie Tan, Singapore, Tel: +65 67 96 7234,  Email: leslie.tan@fitchratings.com.  Catatan: Peringkat Nasional Fitch menggambarkan ukuran relatif atas kredibilitas  entitas yang diperingkat di negara-negara yang memiliki peringkat sovereign  relatif rendah dan ada kebutuhan untuk dilakukan pemeringkatan dimaksud.  Peringkat terbaik di suatu negara adalah 'AAA' dan peringkat lainnya  menggambarkan tingkat risiko relatif terhadap peringkat 'AAA'. Peringkat  nasional dirancang untuk digunakan oleh sebagian besar investor lokal di pasar  lokal dan diidentifikasi dengan menggunakan tambahan tanda sesuai dengan negara  masing-masing. Sebagai contoh 'AAA(idn)' untuk Peringkat Nasional di Indonesia.  Karenanya, peringkat ini tidak dapat dibandingkan secara internasional.  Informasi tambahan dapat diperoleh di 
Href="Link">www.fitchratings.com. Kriteria yang digunakan, 'Corporate Rating Methodology: Including Short-Term Ratings and Parent and Subsidiary Linkage' tanggal 5 Agustus 2013 dan 'National Scale Ratings Criteria' tanggal 30 Oktober 2013 dapat diperoleh di
Href="Link">www.fitchratings.com. Informasi tambahan Solicitation Status Setiap peringkat yang disebutkan dalam Rating Action Commentary (RAC) dari mana report ini diakses adalah permintaan dari penerbit surat berharga atau entitas yang bertindak atas nama penerbit surat berharga ("Solicited - Sell Side"). Oleh karena itu, Fitch memperoleh kompensasi untuk penyediaan peringkat. Solicitation status yang diberikan berlaku efektif pada tanggal RAC Applicable Criteria and Related Research: Corporate Rating Methodology: Including Short-Term Ratings and Parent and Subsidiary Linkage
Href="Link">http://www.fitchratings.com/creditdesk/reports/report_frame.cfm?rpt_id=715139 ALL FITCH CREDIT RATINGS ARE SUBJECT TO CERTAIN LIMITATIONS AND DISCLAIMERS. PLEASE READ THESE LIMITATIONS AND DISCLAIMERS BY FOLLOWING THIS LINK: HTTP://FITCHRATINGS.COM/UNDERSTANDINGCREDITRATINGS. IN ADDITION, RATING DEFINITIONS AND THE TERMS OF USE OF SUCH RATINGS ARE AVAILABLE ON THE AGENCY'S PUBLIC WEBSITE 'WWW.FITCHRATINGS.COM'. PUBLISHED RATINGS, CRITERIA AND METHODOLOGIES ARE AVAILABLE FROM THIS SITE AT ALL TIMES. FITCH'S CODE OF CONDUCT, CONFIDENTIALITY, CONFLICTS OF INTEREST, AFFILIATE FIREWALL, COMPLIANCE AND OTHER RELEVANT POLICIES AND PROCEDURES ARE ALSO AVAILABLE FROM THE 'CODE OF CONDUCT' SECTION OF THIS SITE. FITCH MAY HAVE PROVIDED ANOTHER PERMISSIBLE SERVICE TO THE RATED ENTITY OR ITS RELATED THIRD PARTIES. DETAILS OF THIS SERVICE FOR RATINGS FOR WHICH THE LEAD ANALYST IS BASED IN AN EU-REGISTERED ENTITY CAN BE FOUND ON THE ENTITY SUMMARY PAGE FOR THIS ISSUER ON THE FITCH WEBSITE.

(Repeat for additional subscribers)

April 3 (Reuters) - (The following statement was released by the rating agency)

Fitch Ratings has affirmed the Long-Term rating and the Foreign Currency Long-Term Rating Local Currency Issuer Default Rating (IDR) of PT Indosat Tbk
Href="QuoteRef">ISAT.JK (Indosat) at 'BBB'. Fitch also has affirmed the National Long-Term rating perusahaandi 'AAA (idn)'. Outlook is stable for IDR and National Long-Term rating. Fitch also has affirmed the Senior Unsecured Rating at 'BBB'.

National ranking in the category of 'AAA' denotes the highest rank Fitch on national rating scale for Indonesia. this ranking provided to an issuer or debt securities with the expectation of default risk the lowest relative to other issuers or securities in Indonesia.

Factors Fueling Rating

Lower Rating Headroom: stand-alone credit profile of Indosat at 'BB' now has a rating lower headroom. Funds flow from operations (FFO)-adjusted net leverage of the company will still be around 2.4x-2.5x (2013: 2.5x) - 3.0x closer to the limit where Fitch will be paying particular attention to the action negative ranking. Intense competition in the data segment and the high capital expenditure requirements will prevent a significant decline in the level of debt and beyond the positive impact of the sale of 5% stake in PT Tower Bersama Infrastructure Tbk
Href="QuoteRef">TBIG.JK (BB / Stable) of IDR1.4 trillion (USD120 million) in 2014.

Lower Profitability: operating EBITDAR margin of Indosat in 2014 is likely to fall to 40% -42% (2013: 43%) in the midst of competition strong in the segment data and customer acquisition costs are higher because of segment voice stagnant. Fitch estimates that the gains from services data is a major proponent of revenue growth will remain much more lower than the more traditional segments of voice and text services due lack of scale and price-based competition from operators more small.

Dollar depreciation: Among the Indonesian telecommunications operators, Indosat is most exposed to currency depreciation as 47% of debt is payable in U.S. dollars, in which only 25% dihedging. The company also pay around USD40-45 million tower lease costs in U.S. dollars EBITDA cause further exposure to currency risk. in 2013, Indosat adds IDR2.8 trillion of debt or leverage of approximately 0.3x due to the weakening of the rupiah. Fitch expects that the company will replace a portion of its debt in U.S. dollars with debt in dollars in 2014.

Negative FCF in 2014: FCF of Indosat in 2014 is expected to be negative (2013 FCF margin: -5%) due to the stagnant FFO will not be enough to finance the capital expenditures required to support data services growing rapidly. Capital expenditure / income will be high around 33% -35% (2013: 40.5%) because the company will pursue a competitor in the development 3G service. At the end of December 2013, the company had 5,400 3G base stations, remote lower than the ownership of PT XL Axiata Tbk
Href="QuoteRef">EXCL.JK (XL, BBB / Stable) at 15,000 and PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
Href="QuoteRef">TLKM.JK (Telkom, BBB-/Stabil) at 27,000.

However, Fitch believes that the strategy of Indosat to deploy 3G technology using spectrum in the 900MHz bandwidth 2 and 2100MHz will resulting in savings in capital expenditure compared to competitors most other uses 2100MHz. FCF of Indosat is expected to became positive in 2015 due to the cost of capital expenditures peaked in , 2013.

Industry Consolidation: Fitch estimates that the industry will consolidate or smaller telecom operators will raise the tariff for their business models are not sustainable. Operator Code Division Multiple Access (CDMA) including PT Bakrie Telecom
Href="QuoteRef">BTEL.JK (C) and Telecom Tbk PT Smartfren
Href="QuoteRef">FREN.JK (CC (idn)) continued difficulty to increase market share and face the problems liquidity. Indosat and Telkom as the market leader is likely to CDMA segment stop them and reallocate the spectrum for use GSM. Support From Parent Company: Indosat final rating at 'BBB' 3 notches into account the increase of stand-alone credit profile at its 'BB' due to the strategic importance to its parent company - Ooredoo QSC ORDS.QA (OOredoo, A + / Stable), which owns 65% of shares. Document debentures and Ooredoo bonds have cross-default clauses that include children Significant companies including Indosat. Indosat is one child company of Ooreedoo growing rapidly and contributing 25% and 26% of the consolidated revenues and EBITDA in 2013.

SENSITIVITY RATINGS

Fitch does not expect that the positive ranking of actions will occur due to the leverage of the company will remain high in the medium term.

Negative: future developments that may, individually or collective downgrade include:

- Weakening the relationship between Indosat and Ooredoo

- FFO-adjusted net leverage rises above 3.0x on an ongoing basis

Traveler also has affirmed the following instruments:

Indosat Palapa Co. BV USD650 million 7.375% bonds maturing in 2020, secured by Indosat, at 'BBB'.

Indosat's 8.625% IDR1.2 trillion bond maturing in 2019 at 'AAA (idn)'

Indosat's IDR1.5 trillion 8.875% bonds due in 2022 at 'AAA (idn)'

Indosat's 8.625% IDR300 billion Sukuk Ijarah Bonds maturing in 2019 at 'AAA (idn)'

((Bangalore Ratings Team, Hotline: +91 80 6677 2513, Bhanu.priya@thomsonreuters.com, Group id: BangaloreRatings@thomsonreuters.com, Reuters Messaging: Bhanu.Priya.reuters.com@reuters.net))

Keywords: Fitch Mengafirmasi Peringkat Indosat di 'BBB'/'AAA



source: reuters.com